Desa Harjosari Merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Doro kabupaten Pekalongan yang memiliki luas Wilayah 280, 313 Ha. Secara geografis desa Harjosari berbatasan langsung sebelah Timur dengan desa Lemahabang, sebelah selatan dengan Desa Rogoselo, sebelah barat dengan desa Rogoselo, dan sebelah utara dengan desa Sawangan.
Alkisah pada jaman dahulu ada seorang pengembara yang bernama Bambang Aswatomo, ia adalah murid dari seorang resi/ pendeta yang sedang melakukan perjalanan dengan tujuan menculik putri dari kerajaan Dwarawati yang bernama Miruloyo untuk dijadikan istri.
Dalam melakukan perjalanan menuju kerajaan Dwarawati ia melewai hutan Larangan dan desa Wringin Agung (Wringin Agung berasal dari pohon beringin yang sangat rindang yang dijadikan tempat istirahat oleh Bambang Aswatomo untuk melepas Lelah).
Tanpa disadari niat jahatnya sudah diketahui oleh Prabu Dwarawati. Sebelum masuk kerajaan ia telah dihadang oleh para prajurit dan terjadilah perkelahian. Namun ia kalah dan melarikan diri ke arah barat. Dalam pelariannya sayup-sayup terdengar suara orang memanggil-manggil (dalam bahasa jawa ngungak-ngungak), kelak tempat tersebut menjadi sebuah dusun (sekarang menjadi dusun Rondongungak bagian dari desa Lemah Abang terletak di sebelah timur Desa Harjosari).
Akhirnya sampailah di sebuah hutan yang rimbun dan hijau. Dari kejauhan terlihat perkampungan yang rumahnya berkelompok atau dalam bahasa Jawa “Krempel” kelak menjadi sebuah dusun Karang Kedempel (sekarang dusun Kedempel wilayah desa Harjosari). Di sebelah selatan terlihat perkampungan yang terlindungi gugusan hutan yang rimbun dan berbatu, dimana tempat tersebut kelak menjadi sebuah dusun (sekarang menjadi dusun Dempel Gedong wilayah desa Harjosari).
Dan di sebelah barat ia melihat warna kuning yang bersinar yang ternyata setelah didekati adalah rimbunan pohon berwarna kuning. Karena semua tempat tersebut berwarna kuning dan subur maka dinamakanlah Kemuning. Seiring perjalanan waktu kelak tempat tersebut menjadi sebuah dusun (sekarang menjadi sebuah dusun Randukuning wilayah desa Harjosari).
Ketiga tempat tersebut oleh Bambang Asmatomo diberi nama Rejosari (sekarang menjadi desa Harjosari) yang berarti tempat yang subur dan makmur gemah ripah loh jinawi warganya hidup rukun dan damai serta hasil alam yang melimpah.